6 Kota Komitmen Larang Iklan Rokok

GANDOOS – Untuk pertama kalinya, Yayasan Lentera Anak memberikan penghargaan “Sahabat Ramah Anak”. Penghargaan ini diberikan kepada 6 kota yang memiliki komitmen melindungi anak dari zat adiktif rokok melalui kebijakan di daerahnya.

 

Keenam kota tersebut adalah Padang, Sawahlunto, Lamongan, Banggai, Pasaman Barat dan Banjarmasin. Walikota dari 4 kota dan 2 pimpinan organisasi perangkayt daerah menerima penghargaan hari ini, Selasa (22/01) di Jakarta.

Pilihan ini berdasarkan hasil penelusuran Lentera Anak hingga tahun 2018, baru 43% Kota atau Kabupaten yang memiliki peraturan pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok menurut data Kementrian Kesehatan.

Sementara itu, ada 389 kabupaten atau kota yang berkomitmen menjadi kota layak anak, namun hanya 103 kota yang memiliki peraturan terkait KTR dan hanya 10 kabupaten kota yang memiliki pelarangan IPS rokok. Padahal untuk menjadi kabupaten kota Layak Anak, salah satu indikator yang harus dipenuhi adalah tidak boleh ada iklan,promosi, dsn sponsor rokok dan harus ada Perda KTR untuk melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok dan paparan asap rokok.

Komitmen dan keberanian pimpinan daerah sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok. Lentera Anak menilai bahwa4 Walikota dan Bupati serta 2 organisasi perangkat daerah memiliki komitmen yang kuat dan keberanian untuk mekarang iklan rokok melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah Kota Padang yang mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 46 tahun 2017 tentang penyelenggaraan reklame. Selain melalui Peraturan Walikota, peraturan tersebut juga disampaikan dalam bentuk surat edaran dan himbauan.

Ketua yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari mengatakan “Mengingat hasil RISKESDAS 2018 lalu mengenai prevalensi perokok anak yang meningkat dari 7,2% (2013) jadi 9,1%(2018). Sepertinya memang kebijakan dari pemerintah pusat tidak mampu untuk melindungi anak-anak, maka inisiatif dan komitmen dari daerah inilah yang sekarang dapat kami andalkan untuk melindungi anak indonesia dari bahaya zat adiktif rokok. Menurut kami komitmen seperti ini yang patut untuk diakui dan diapresiasi

Penganugerahan Penghargaan SAHABAT RAMAH ANAK diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi pemimpin-pemimpin daerah lain di Indonesia untuk ikut serta dalam mewujudkan kota layak anak, sehingga akan muncul nama-nama baru sebagai penerima penghargaan pada tahun-tahun berikutnya.(Edwin Yuna)