Menata Potensi Kemaritiman Untuk Pembangunan Jangka Panjang

Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI) dengan Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan Dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) bersama Profajar menyelenggarakan Sarasehan Kemaritiman Nasional.

Kegiatan ini mengambil tema “Prospek Penataan Potensi Kemaritiman Indonesia tahun 2019-2024 untuk menjawab permasalah sektor kemaritiman yang dialami oleh insan dan pelaku usaha maritim”.

Menurut Forkami, pencapaian realisasi RPJM 2015-2019 bidang kemaritiman di penghujung tahun 2018 memperlihatkan banyak kemajuan, namun menyisakan beberapa persoalan yang menjadi catatan penting dan menjadi tantangan seluruh pelaku pembangunan nasional.

Dibutuhkan berbagai pandangan dan kesinergian para insan maritim, institusi pemerintah pusat dan daerah pelaku usaha, praktisi organisasi dan akademisi, serta pemerhati kemaritiman Iainnya dalam memperkuat penataan dan pemberdayaan potensi kemaritiman Indonesia tahun 2019-2024.

Potensi ekonomi maritim nasional dalam versi Kementrian Perekonomian RI mencapai US$d 1,33 triliun per tahun, bersumber dari perikanan dan dan budi daya, energi dan pertambangan, transportasi laut, wisata bahari, bioteknologi, industri jasa kelautan, industri pengolahan ikan dan perikanan tangkap, serta kegiatan jasa pendukung Iainnya.

Keberhasilan pemerintah dalam beberap sektor penting tersebut nyatanya masih menyisakan berbagai persoalan maritim yang dihadapi pemerintah khususnya wilayah provinsi dan daerah kepulauan pesisir di seluruh Indonesia. Sehingga, diharapkan agar pemerintah pusat mampu mengakomodir persoalan kemaritiman ke depan dalam rencana pengembangan kemaritiman nasional.

ASPEKSINDO berharap dengan sarasehan nasional bisa mengkolaborasi dan memaksimalkan peran insan maritim Indonesia dan Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Indonesia serta pelaku pembangunan nasional. Kolaborasi ini diharapkan bisa terjadi secara lintas sektor guna memberikan gambaran potensial tentang prospek pengembangan regulasi dan kegiatan bisnis kemaritiman nasional tahun 2019-2024. Sejumlah pimpinan daerah kepulauan dan pesisir sejumlah Indonesia dan para pimpinan organisasi di sektor maritim hadir dalam sarasehan ini.

Kegiatan ini digagas oleh Profajar (Eksibit Internasional) ini menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok merangkap Mongolio, HE, Djauhari Oratmangun bersama 10 investor strategis di bidang kalautan, energi, kawasan industri dan industri kreatif agar membuka peluang penjajakan kerjasama dengan para pihak terkait.