Indonesia Memiliki Sistem Jaminan Kesehatan Terbesar Didunia

Gandoos – Sejak dilaksanakan pada tahun 2014, sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) telah menjadi sistem asuransi dengan skema pembayaran premi tunggal terbesar di dunia yang menanggung lebih dari 203 juta orang hingga saat ini.

Dalam sebuah kajian terkini, disebutkan bahwa JKN mampu memperbaiki askes dan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya pada kelompok kelas ekonomi bawah di wilayah pedesaan, terutama di wilayah timur Indonesia. The Lancet menjelaskan bahwa Indonesia telah menciptakan skema Universal Health Coverage (UHC) yang adaptif dan fleksibel untuk mengakomodir kondisi dan kebutuhan yang beragam untuk menjamin perlindungan risiko keuangan, serta akses pelayanan kesehatan yang aman, efektif dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat; seperti yang dimandatkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Studi berjudul “Universal Health Coverage di Indonesia: Konsep, Perkembangan, dan Tantangannya” merupakan studi pertama yang sepenuhnya ditulis dan dipimpin oleh tim peneliti Indonesia yang berhasil diterbitkan di The Lancet – salah satu jurnal kesehatan yang sangat prestisius dan berdampak tinggi di dunia. Studi ini ditulis oleh tim Indonesia dari berbagai latar belakang ilmu yang dipimpin oleh dr. Rina Agustina dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dalam paparannya, dijelaskan bagaimana pencapaian, kesenjangan, dan kesempatan dari JKN dan BPJS dalam memperluas cakupan, akses pelayanan dan keadilan untuk pelayanan kesehatan. Sejak dilaksanakan pada tahun 2014, sistem JKN dan BPJS telah menjadi sistem asuransi dengan skema pembayar premi tunggal terbesar di dunia yang menanggung lebih dari 203 juta orang hingga saat ini.

Studi ini menekankan bahwa JKN mampu memperbaiki askes dan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya pada kelompok kelas ekonomi bawah di wilayah pedesaan, terutama di wilayah timur Indonesia. JKN turut meningkatkan perawatan penyakit tidak menular. Namun, studi ini menemukan berbagai kesenjangan yang membutuhkan perhatian segera, terutama terkait kelompok rentan dan keberlanjutan finansial. Jika tidak segera diatasi, kesenjangan ini dapat membahayakan keberlanjutan di masa mendatang.(LH)