Slender Man, Siap Menghantui Anak Nakal

Disebuah kota kecil di Massachusetts, sekelompok anak-anak remaja melakukan ritual pemanggilan Slender Man. Ketika satu orang hilang secara misterius, mereka mulai yakin bahwa dia telah dibawa.

Para gadis ini kemudian menyelidiki misteri Slender Man. Sayangnya, yang dilakukan justru menjadikan mereka semakin dihantui oleh sosok Slender Man itu sendiri.

Slender Man merupakan film horor dari Amerika Serikat besutan sutradara Sylvain White dengan penulis skenario David Birke. Skenario film diadaptasi tokoh yang bernama sama dan menjadi topic di dunia internet pada tahun 2009an. Dibintangi oleh Joey King, Julia Goldani Telles, Jaz Sinclair dan Annalise Basso. Tokoh Slender Man diperankan oleh Javier Botet.

Sejumlah adegan dalam film Slender Man terasa mencekam, menggangu bahkan mungkin menjijikan karena cabikan dan siksaan pada tubuh manusia. Meski demikian, cerita film ini cukup menarik. Mengingat kisahnya sendiri berasal dari legenda yang muncul pertama kali di internet pada awal abad ini.

Rencana pembuatan film ini sudah diumumkan sejak Mei 2016 lalu. Setahun kemudian, barisan pemain sudah mengisi dan pengambilan gambar dimulai pada 19 Juni hingga 28 Juli 2017 di Ayer, Massachusetts.

Film ini akan tayang serentak diseluruh dunia mulai 10 Agustus 2018. Marcus Theaters memutuskan untuk tidak menayangkan film ini di bioskop mereka yang terletak di Waukesha dan Milwaukee Counties di negara bagian Wisconsin, dengan pertimbangan untuk menghormati kejadian yang pernah dilaporkan akan adanya fenomena Slender Man.

Persaingan dalam minggu ini akan cukup ketat, selain Mission Impossible Fall Out yang masih menduduki tangga teratas Box Office, juga diputarnya film musim panas yang menarik, The Meg. Slender Man ditargetkan bisa meraup pendapatan $8–12 juta dari 2,000 teater yang memutar dalam pembukaan diakhir pekan ini.

Peringatan, film berdursi 93 menit ini untuk penonton berusia 13 tahun keatas. Mengingat sejumlah adegan dalam film bergenre horror ini yang mengganggu, termasuk sejumlah umpatan dan kekerasan seksual. Joss Gandoos. (Lukman Hqeem)